MENDALO,- Penyambutan dan Penglepasan Mahasiswa Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka serta Launching Program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka semester ganjil T.A. 2021/2022 universitas Jambi di gelar secara Daring dan Luring, kegiatan juga dihadirinDirektur Jenderal Pendidikan Tinggi, riset dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc.,DIC.,Ph. D., IPU, Asean.Eng. kegiatan dilaksanakan pada Senin, (20/9).

Untuk mendukung Kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi tentang Merdeka Belajar kampus merdeka (MBKM)- Universitas Jambi mengembangkan program Inovasi MBKM dengan menggunakan sumberdana PNBP, pada semester ganjil 2021/2022 ini sejumlah 2.387 Mahasiswa menerima hibah inovasi MBKM,” jelas Rektor Universitas Jambi, Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc.,Ph.,D.

Menurutnya sebanyak 490 Mahasiswa mengikuti program Inovasi desa (Pro-Ide), 417 Mahasiswa mengikuti Program Mahasiswa wiraswasta (PMW) dan 95 mahasiswa mengikuti Program Desa Laboratorium Terpadu.

“ Untuk mendukung Program MBKM, Universitas Jambi mengembangkan Desa Laboratorium terpadu (DLT), kemudian Universitas Jambi mengembangkan Program Inovasi MBKM seperti Program Doktor Berkarya yang mengikutsertakan 15 mahasiswa, Program Inovasi Pembelajaran yang mengikuti sertakan 1.115 mahasiswa, program Pusat Unggulan Ipktes (PUI-PT) yang mengikuti sertakan 60 mahasiswa dan Program Tata Kelola Jurusan yang mengikut sertakan 140 mahasiswa, Alhamdulillah pada semseter ganjil ini mahasiswa mengikuti pembelajaran MBKM dari keseluruhan program sebanyak 4.525 Mahasiswa,” jelas Rektor yang juga mengatakan dalam rangka memujudkan visi global, mulai tahun akademik 2021/2022 Universitas Jambi membuka kelas Internasional angkatan pertama pada tahun ini diikuti 10 orang mahasiswa Jenjang S1 dari 4 negara di kawasan Asia.

Semester ganjil ini sejumlah 2.138 Mahasiswa mengikuti Program Nasional seperti 1.088 Mahasiswa mengikuti Program pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) baik untuk skema luring dan daring.

“ 360 Mahasiswa mengikuti program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) Baik inbound ataupun outbond, kemudian 165 Mahasiswa mengikuti Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), Program PHP2D Universitas Jambi menempati rangking ketiga nasional, selanjutnya 10 mahasiswa mengikuti Program Wira Desa, 435 Mahasiswa mengikuti Program Kampus Mengajar 2 (KM.2), 23 Mahasiswa mengikuti kegiatan Magang serta 13 mahasiswa mengikuti kegiatan studi Independent melalui program magang dan studi Independen bersertifikat (MSIB) dan 80 Mahasiswa mengikuti Program Maching Fund,” jelas Rektor.

Selain itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, riset dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc.,DIC.,Ph.D., IPU, Asean.Eng. mengatakan Program MBKM merupakan terobosan yang sangat-sangat dibutuhkan untuk menjadikan perguruan tinggi betul-betul menjadi mata rantai di dunia pendidikan dan dunia kerja.

“ Untuk mahasiswa yang saat ini belajar di perguruan tinggi pasti tujuannya untuk membuat mahasiswa menjadi semata-mata menjadi mahasiswa, tapi untuk mempersiapkan dan merancang masa depan menjadi para profesional dan sarjana yang unggul dan berguna bagi masyarakat, bagi dirinya, dan menjadi kebanggaan orang tuanya,” ujar Prof. Nizam.

Untuk itu perguruan tinggi harus bisa, perguruan tinggi itu tidak hanya sekedar pendidikan ilmu kepada mahasiswa tapi memberikan kompetensi kemampuan mahasiswa untuk menjadi sarjana yang unggul yang tidak hanya intelektual yang tinggi tetapi juga siap untuk membangun diri dan membangun kehidupannya di usia dewasanya menjadi sarjana dan profesional yang handal.

“ Sehingga tidak cukup pembelajarannya hanya kita lakukan di dalam kelas atau di laboratorium sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman akan kesempatan untuk masuk dunia profesinya melalui MBKM ini,” terangnya.

Kegiatan yang dihadiri Rektor Perguruan Tinggi Pengirim, Penerima dan Mitra Program MBKM, Wakil Rektor Dilingkungan Universitas Jambi serta undangan lainnya.

Silvia Yuliansari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *